Rabu, 09 April 2014

Job Vacancy (english busines 2)

Post Date 09-Apr-14
jobsDB Ref. JID200003001091984
Employer Ref. RN26/2
URGENTLY REQUIRED
We are an manufacturer and distributor of Building Material is urgently looking for professionals :
FINANCE STAFF
QUALIFICATIONS :
· Female, Age max 30 years old
· Min. Bachelor degree in Accounting / Finance
· Min. 2 years experience as Finance Staff
· Having good knowledge in handling Financial matters (cash management, account receivables, account payables, etc.)
· Computer Literate especially for Ms. Office
· Familiar with Accounting Program such as Microsoft Axapta, MYOB, ORACLE, SAP, etc
· In depth understanding in banking transaction, cash flow control and petty cash, Posses hands on experience in budgeting, financial reports
· Able to make and control budget as well as controlling cash flow yearly, monthly, weekly, and daily
· Communicative, Independent, high initiative, self driven person and able to work under pressure

Please send your complete application and expected salary not later than 2 weeks after this advertisement to : 
HRD DEPARTMENT
PT. CAHAYA BENTENG MAS
JL. Pangeran Jayakarta No. 151, Jakarta 10730
or :
or use "Apply Now" for member or for non-member.
Career Level
Middle
Yr(s) of Exp
2 years
Qualification
Degree
Industry
Manufacturing
Job Function
Location
DKI Jakarta 
Salary
Salary negotiable 
Employment Type
Full Time

Jakarta, April 10th 2014
Attention to:
HRD DEPARTMENT
PT. CAHAYA BENTENG MAS
JL. Pangeran Jayakarta No. 151
Jakarta 10730

Dear Sir/Madam,
I am writing to express my interest in Accounting Staff position in your company, as response to your job vacancy advertised in JobsDB on 09 April 2014. 
I graduated from Gunadarma University, good in English both written and oral and also operating computer and able to work in individual as well as team.
I would appreciate the opportunity to have an interview and discuss my qualification with you. I hope my skills would give contribution in achieving the company’s goal. I am looking forward to hearing from you in the near future.
Thank you for your attention.

Sincerely,


Wening Budi Hastuti


Enclosures :
- Copy of Academic Transcript and Certificates
- Photo
- Copy of ID
- Curriculum Vitae

Senin, 06 Januari 2014

Tugas Tulisan Bahasa Indonesia 2 ( 10)

Biaya hidup mahal, wajar buruh minta upah tinggi

Reporter : Harwanto Bimo Pratomo 

Merdeka.com - Data Survei Biaya Hidup 2012 dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam penelitian itu, disebutkan Jakarta merupakan kota dengan biaya hidup tertinggi se-Indonesia, mencapai rerata Rp 7.500.726 per bulan untuk setiap rumah tangga.
Kepala BPS Suryamin mengatakan, rata-rata biaya hidup Jakarta itu didasarkan asumsi bahwa satu rumah tangga menanggung 4 anggota keluarga. "Sedangkan secara nasional, rata-rata biaya hidup di perkotaan sebesar Rp 5,6 juta," ujarnya.
Dari segi pembentuk biaya hidup, bahan makanan menyedot belanja rutin rumah tangga tertinggi, mencapai 35,04 persen. Disusul kemudian belanja non-makanan yang wujudnya bervariasi, sebesar 64,96 persen dari pengeluaran rutin masyarakat.
Berdasarkan sudut pandang tersebut, Jakarta menjadi kota yang membuat warganya tidak banyak mengeluarkan uang untuk makanan, namun lebih banyak buat kebutuhan non-makanan. Belanja non-makanan itu misalnya biaya perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, yang pada 2012, menyumbang 25,37 persen belanja rutin bulanan rumah tangga.
Jika kembali pada 2012, saat itu Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta masih Rp 1,5 juta. Maka hitungan kasarnya adalah terjadi defisit atau kekurangan biaya kebutuhan hidup sekitar Rp 6 juta untuk rata-rata tiap pekerja.
Kenaikan biaya kebutuhan hidup yang konstan dan tanpa disertai peningkatan upah membuat buruh selalu berdemonstrasi. Tujuannya tak lain menuntut kenaikan upah demi tercapainya standar hidup laik.
Pasalnya, buruh memiliki posisi yang sangat strategis dalam perputaran produksi suatu komoditas. Tanpa buruh, proses produksi satu komoditas tidak akan dapat berjalan.
Namun demikian, posisi ini ternyata tidak dipandang oleh kelas pengusaha. Para pengusaha sering memberi upah buruh yang jumlahnya tidak dapat digunakan untuk memenuhi standar hidup laik.

Analisis
Para pekerja di indonesia banyak yang menghabiskan uang hasil kerja untuk belanja non-makanan sebesar 64,96 persen dari pengeluaran rutin masyarakat. Itu menyatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakatdi indonesia masih sangat kesulitan  pada 2012, Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk wilayah Jakarta masih Rp 1,5 juta. Maka  terjadi defisit atau kekurangan biaya kebutuhan hidup sekitar Rp 6 juta untuk rata-rata tiap pekerja. Dampaknya banyak buruh yang berdemontrasi yang tujuanya untuk meminta menaikan gaji sedangkan dari pihak perusahaan suka tidak mau mendengar atau malah tidak menghiraukanya pada hal itu semua menyangkut tentang kelangsungan hidup masyarakat yang belum memenuhi standar hidup yang layak , pemerintah juga sudah berusaha untuk membatu para pekerja agar UMP dinaikan walaupun tidak terlalu tinggi . para pekerja juga harus memberikan hasil perkerjaanya dengan memuaskan.

Tugas Tulisan Bahasa Indonesia 2 (9)

Bahan pangan dan harga minyak hambat gerak ekonomi tahun ini

Reporter : Novita Intan Sari 

Merdeka.com - Wakil Presiden Boediono menanggapi kondisi perekonomian saat ini yang masih bergejolak. Boediono menyebut pelbagai tantangan perekonomian Indonesia tahun ini mulai dari dampak tapering off, harga minyak, dunia, bahan pangan dan politik.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti melihat, pasokan bahan pangan dan harga minyak dunia menjadi penghambat gerak ekonomi tahun ini.
"Lebih ke persoalan pangan dan harga minyak, di mana minyak domestik dipengaruhi harga minyak dunia dan depresiasi nilai tukar Rupiah," ujarnya saat ditemui di Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta, Kamis (2/1).
Dia menambahkan, kenaikan harga minyak di saat tekanan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), akan mendorong lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini memicu disparitas harga antara BBM subsidi dan non subsidi semakin tinggi.
"Ini menyebabkan konsumsi BBM jadi sulit ditekan. Kalau disparitas harga makin lebar, bagaimana orang mau beralih ke BBM non subsidi," jelas dia.
Jika konsumsi BBM bersubsidi membengkak, anggaran subsidi minyak diyakini bakal melonjak. Harga minyak yang naik juga membuat APBN membengkak dan dampaknya ke defisit transaksi berjalan.
"Defisit tak bisa turun, maka stabilitas makro akan terganggu. Kalau persoalan tapering off sudah di-price-in, masalah politik cuma berpengaruh dalam jangka pendek," ucap dia.
Untuk faktor pangan akan lebih dipengaruhi gejolak harga bahan pokok. Salah satunya cabe rawit. "Di sektor pengadaan beras cukup berhasil. Namun, yang sangat berpengaruh di Indonesia itu pangan yang bersifat volatile. Karena subsidi pangan relatif kecil, sehingga pembebanan uang negara tidak terlalu besar," tutupnya.

Analisis


Tahun ini adalah tahun yang sanagt sulit untuk indonesia dikarena banyaknya masalah-masalah ekonomi mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS . bahkan yang baru- baru ini yaitu tentang  terhamabatnya pergerakan ekonomi dalam bidang bahan pangan dan harga minyak itu dikarenakan  minyak domestik dipengaruhi harga minyak dunia dan akibat dari depresiasi nilai tukar rupiah akan mendorong lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini memicu disparitas harga antara BBM subsidi dan non subsidi semakin tinggi. Ini menyebabkan konsumsi BBM jadi sulit ditekan Kalau disparitas harga makin lebar, dan menyebabkan masyarakat  tidak bisa atau tidak mau beralih ke BBM non subsidi. Peran pemerintah sangat penting bangaimana mensosalisasikan ke pada masyarakat khususnya kalangan menengah keatas untuk tidak menggunkan BBM bersubsidi karena akan makin memberatkan APBN kita, dan kesadaran dari masyarakat juga perlu dalam hal ini dalam membatu pemerintah mencegah APBN yang  membengkak .

sumber : 

http://www.merdeka.com/uang/bahan-pangan-dan-harga-minyak-hambat-gerak-ekonomi-tahun-ini.html

Tugas Tulisan Bahasa Indonesia 2 (8)

Pengusaha mal: Tahun depan sangat bahaya buat kami


Reporter : Idris Rusadi Putra 

Merdeka.com - Gejolak dan perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional sudah dirasa memberatkan bagi pengusaha ritel. Dampak dari pelemahan nilai tukar Rupiah saat ini akan bertambah berat di tahun depan.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan, tahun depan merupakan pertaruhan bisnis para pengusaha. Kondisi ekonomi yang tidak menentu ditambah kebijakan-kebijakan pemerintah seperti kenaikan tarif listrik dan kenaikan UMP, diyakini sangat memberatkan pengusaha.
"UMP naik, nanti sewa tempat kita di mal naik, listrik naik. Dampaknya harga barang akan naik tapi karyawan juga minta naik gaji. Ini bahaya sekali, bahaya buat kita," ucap Tutum ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Rabu (4/12).
Tutum menjelaskan, walaupun kenaikannya tidak terlalu besar, namun semua terjadi bersamaan di semua sektor produksi.
"Kalau keseluruhan jadi besar. Ini sedikit-sedikit, akan jadi banyak kalau digabungin. Di situ kontribusi bagian-bagian itu berat kalau berbarengan semua. Semuanya berlomba naik," tegasnya.
"ini enggak ada ujungnya, nanti harga barang naik semua walaupun gaji pada naik jadi enggak ada ujungnya. Yang harus diperbaiki itu di pangkalnya yaitu di pemerintah," tutupnya.

Analisis


Para pengusaha untuk tahun depan untuk menjalankan bisnisnya amat sangat sulit disebabkan oleh  Kondisi ekonomi yang tidak menentu ditambah kebijakan-kebijakan pemerintah seperti kenaikan tarif listrik dan kenaikan UMP, diyakini sangat memberatkan pengusaha. Untuk itu para pengusaha harus siap dalam menghadapinya disamping itu pila para pengusaha harus mengsiatsakan/ mengasi solusi  tentang kondisi ekonomi yang sangat merugikan para pengusaha. Membuat daftar-daftar apa saja yang akan diperlukan untuk tahun depan.

Tugas Tulisan Bahasa Indonesia 2 (7)

Indonesia kebanjiran barang impor akibat dampak kesepakatan WTO

Reporter : Idris Rusadi Putra 

Merdeka.com - Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih, menolak dan mengajak masyarakat untuk menentang keputusan KTM WTO IX di Bali baru-baru ini. Menurut Henry, kesepakatan WTO hanya membawa dampak buruk untuk Indonesia salah satunya adalah membanjirnya impor pangan. Keputusan di Bali tidak memberikan batasan impor yang jelas.
"Masyarakat tidak punya kedaulatan lagi menahan derasnya impor pangan dari luar. Eropa impor susu semakin besar yang sekarang masih kecil, gandum sudah pasti, daging semakin luas. Swasembada sapi itu mimpi di siang bolong," kata Henry dalam diskusi di Tebet, Jakarta, Senin (9/11).
Membanjirnya impor pangan ini terindikasi dari hasil perjanjian Trade Facilitation yang dinilai mengakomodosi semua keinginan negara industri mendapatkan kemudahan akses impor dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonominya.
"Trade Facilitation menyepakati penghapusan hambatan dalam aturan kepabeanan sehingga mempercepat arus barang impor sampai di tangan konsumen dengan lebih murah. Tindakan ini bisa membuat industri dalam negeri sekarat dan memperluas bangkrutnya sektor ekonomi rakyat," tegasnya.
Dengan kebijakan ini dinilai akan mematikan para petani di Indonesia. Bahkan Henry menyebut dalam beberapa tahun ke depan masyarakat Indonesia tidak akan lagi menikmati hasil alam bumi pertiwi.
"Misalnya kacang kedelai kita tidak akan lagi makan hasil bumi kita. 2014 akan lebih besar lagi (impor pangan)," tutupnya.

Analisis

Dengan diadakanya KTM WTO IX dibali mungkin mempunyai dampak yang positif dan negatif bagi pemerintah dan masyarakat indonesia, dari dampak positifnya mungkin bayaknya barang-barang impor yang ada di indonesia seperti bahan-bahan pangan yang bersaing dengan bahan-bahan pangan dari dalam negri dengan menjual lebih murah  itu semua dapat berdampak negatif bagi para petani bersaing dengan harga murah dan kualitas yang bagus nampaknya para petani kita tidak bisa sedangkan harga pangan diindonesia , terus melonjak naik dengan kulitas pangan yang tidak begitu bagus hal itu menyebabkan banyak masyarakat memilih bahan pangan impor sehingga banyak para petani yang mengalami kerugian . untuk itu peran pemerintah sangat penting pemerintah harus sigap untuk mencari solusi / cara bagaimana untuk mengendalikan impor yang berlebihan dan itu bisa akan menimbulkan dampak negatif bagi para petani.

sumber : http://www.merdeka.com/uang/indonesia-kebanjiran-barang-impor-akibat-dampak-kesepakatan-wto.html

Tugas Tulisan Bahasa Indonesia 2 (6)

Bank Indonesia: Jelang Pemilu, harga-harga pasti naik

Reporter : Novita Intan Sari 


Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) melansir survei yang mengindikasikan adanya tekanan kenaikan harga tiga bulan mendatang atau tepatnya pada Februari 2014. Kenaikan harga pada tiga bulan ke depan diperkirakan terjadi pada kelompok bahan makanan dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau.
"Kenaikan harga pada tiga bulan ke depan tersebut diperkirakan dipengaruhi kenaikan konsumsi dalam rangka persiapan Pemilu," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi A. Johansyah seperti dilansir di situs resmi Bank Indonesia, Kamis (5/12).
Namun, dari hasil survei yang sama juga menunjukkan, tekanan kenaikan harga akan kembali melambat atau mereda pada enam bulan mendatang atau Mei 2014, pasca Pemilu Legislatif di April 2014.
Topik pilihan: Rupiah | Rupiah Merosot
BI juga melansir survei konsumen pada November 2013 yang menunjukkan perbaikan kondisi khususnya konsumsi rumah tangga. Ini tercermin dari meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 4,8 poin menjadi 114,3, lebih tinggi dibandingkan peningkatan pada bulan sebelumnya sebesar 2,4 poin.
Sejumlah indikator menunjukkan konsumen semakin yakin akan kondisi ekonomi yang mulai membaik. Salah satunya dari sisi ketersediaan lapangan pekerjaan dan pembelian barang tahan lama menjelang Natal 2013 dan tahun baru 2014.

Analisis


BI melakukan survei konsumen melansir survei tentang kenaikan harga tiga bulan mendatang atau tepatnya pada Februari 2014. Kenaikan harga pada tiga bulan ke depan diperkirakan terjadi pada kelompok bahan makanan dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau. Itu dipengaruhi kenaikan konsumsi dalam rangka persiapan Pemilu , untuk itu masyarakat perlu mengantisipasi tentang dampak dari harga yang akan naik mulai lah mengirit pengeluaran rumah tangga .  namun semua itu akan pulih kembali pada saat enam bulan mendatang atau Mei 2014, pasca Pemilu Legislatif di April 2014.

Sabtu, 04 Januari 2014

Tugas Tulisan Bahasa Indonesia 2 (5)

 Produk mainan China masih menjadi raja di pasar Indonesia

Reporter : Nurul Julaikah 

Merdeka.com - Produk UKM di Indonesia disebut siap menghadapi produk negara lain saat penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mendatang kecuali dari China. Sebab, produk mainan anak saat ini saja masih dikuasai oleh negara Tirai Bambu tersebut.
Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya UKMK, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Wayan I Ditpa, mengatakan dalam menghadapi MEA para pelaku UKM tidak boleh panik. Perbaikan harus terus dilakukan sebelum menuju MEA 2015.
"Tentu kita harus mempersiapkan agar tidak gelagapan. Produk-produk UKM kita enggak kalah, bagus-bagus semua. Kecuali mainan, pasarnya dari China," ujar Wayan di Smesco Building, Jakarta, Rabu (11/12).
Menurutnya, daya saing produk Indonesia sebetulnya tidak kalah. Terbukti, saat membawa produk UKM di Malaysia, tanggapan warga negeri Jiran itu sangat baik.
Dia mencontohkan, tempat tisu hasil kerajinan dari UKM asal Bojonegoro, Jawa Timur dengan harga Rp 5 ribu, kemudian dijual di Malaysia dengan harga USD 25 atau setara Rp 301.204.
"Produk kita enggak kalah besar. Problemnya UKM tidak bisa memproduksi yang masif," jelasnya.
Pemerintah meminta peran lebih dari BI untuk membantu dan mendorong perbankan nasional mau membiayai produksi pengusaha UMKM. Bantuan dari perbankan diyakini mampu membuat pengusaha lokal menjadi raja di pasar negeri sendiri.
"Pasar domestik kita saja, 40 persen dari pasar ASEAN. Ini sudah luar biasa. UKM bisa meraja di situ jangan sampai dikuasai asing," katanya.
Pemerintah, lanjutnya, juga berkomitmen untuk terus membantu pengusaha UMKM memasarkan produknya keluar negeri.

Analisis


Peran pemerintah untuk hal ini sangat penting , karena pemerintah harus membantu para pengusaha UMKM dalam memasarkan produknya ke luar negri karena produk dari indonesia tidak kalah dengan dengan produk-produk yang lain  tetapi untuk produk mainan indonesia  masih tidak bisa terlepas dari negara cina  Sebab, produk mainan anak saat ini saja masih dikuasai oleh negara Tirai Bambu tersebut. untuk itu Pemerintah meminta peran lebih dari BI untuk membantu dan mendorong perbankan nasional mau membiayai produksi pengusaha UMKM. Bantuan dari perbankan diyakini mampu membuat pengusaha lokal menjadi raja di pasar negeri sendiri.

 
wara-wiri. Design by Exotic Mommie. Illustraion By DaPino