Rabu, 02 Mei 2012

perkembangan industrialisasi


Perkembangan Industrialisasi

 BAB I
PENDAHULUAN

A.    Pengertian Industrialisasi
 Industri merupakan pembangunan ekonomi yang melalui proses perubahan sumber daya atau kapasitas energi yang digunakan. Pada dasarnya manusia bersifat industrial, karena manusia selalu menggunakan berbagai alat untuk memenuhi kebutuhannya. industri merupakan bagian dari proses produksi. Industri dikelompokan menjadi dua yaitu:
Pertama, Industri primer/hulu yaitu mengolah output dari bahan mentah, menjadi bahan baku siap pakai untuk kebutuhan proses produksi pada tahap selanjutnya. kedua, Industri sekunder/manufaktur yang mencakup industri pembuat modal , barang setengah jadi dan alat produksi, dan industri hilir yang memproduksi produk untuk konsumsi. Bahan-bahan industri dapat diambil secara langsung maupun tidak langsung, setelah itu diolah dan kemudian akan menghasilkan barang yang berguna bagi masyarakat. Kegiatan proses produksi dalam industri disebut dengan perindustrian. Dari defini tersebut, istilah industri sering disebut sebagai kegiatan manufaktur (manufacturing). Padahal, pengertian industri sangat luas, dikarenakan industri merupakan kegiatan ekonomi yang luas maka jumlah dan macam industri berbeda-beda pada tiap negara atau daerah. Pada umumnya, makin maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu negara atau daerah, makin banyak jumlah dan macam industrinya, sedangkan pengertian. Industrialisasi merupakan bagian dari proses modernisasi yang dimana perubahan sosial dan perkembangan ekonomi erat hubungannya dengan inovasi teknologi. Ada beberapa negara yang tidak mempunyai industrialisasi dikarenakan penduduknya sedikit sedangkan  kekayaan alam berlimpah yaitu seperti Kuwait dan libya sehingga mencapai pendapatan yang tinggi tanpa adanya industrialisasi. Cara penggolongan industri pun berbeda-beda, Tetapi pada dasarnya, cara penggolanganya didasarkan pada kriteria sebagai berikut berdasarkan bahan baku, tenaga kerja, modal, atau jenis teknologi yang digunakan. Selain faktor-faktor tersebut, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara juga turut menentukan keanekaragaman industri negara tersebut, semakin besar dan kompleks kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, maka semakin beraneka ragam jenis industrinya.





BAB II
PEMBAHASAN


A .Industri Manufaktur di Indonesia
 Industrialisasi adalah satu jalur kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam arti ke tingkat yang lebih maju atau maupun taraf hidup yang lebih baik . industrialisasi juga tidak terlepas dari usaha untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dan kemampuannya untuk dapat memanfaatkan secara optimal sumber daya alam dan sumber daya lainya yang telah tersedia. Hal ini berarti sebagai suatu usaha untuk meningkatkan produktivitas tenaga manusia yang disertai usaha untuk meluaskan ruang lingkup kegiatan manusia. Secara umum, industri manufaktur di Negara-negara berkembang masih terbelakang jika dibandingkan dengan sektor yang sama di Negara maju, walaupun di Negara-negara berkembanga ada Negara-negara yang industrinya sudah sangat maju. tetapi semenjak tiga dekade terakhir ini sektor industri manufaktur di negara berkembang mengalami perkembangan sangat pesat yaitu di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara yang dapat dikatakan sebagai  kawasan maju di negara berkembang. Lebih dari 25 tahun terakhir, dijuluki A Miraculous Economic karena kinerja ekonominya sangat hebat, Dari 1970 hinga 1995, industri manufaktur merupakan kontributor utama. perkembangan industri manufaktur di Indonesia selama ini, perlu kita dilihat perbandingan kinerjanya dengan sektor yang sama di Negara-negara lain ,Dalam kelompok ASEAN misalnya kontribusi output dari sektor industri manufaktur terhadap pembentukan PDB (produk domestik bruto ) di Indonesia masih relatif kecil, walaupun laju pertumbuhan output rata-ratanya termasuk tinggi di negara-negara ASEAN lainnya. Struktur ini menandakan Indonesia belum merupakan Negara dengan tingkat industrialisasi yang tinggi dibandingkan dengan negara-negara ASEAN yang lainya misalkan malaysia dan thailand. Tingkat perkembangan industri manufaktur dapat dilihat dari pendalaman struktur industri itu sendiri. Struktur industri yaitu berupa :
1.    Ragam produk barang komsumsi, sederhana, barang konsumsi dengan kandungannya teknologi yang lebih canggih, barang modal
2.      Intensitas pemakain faktor produksi  barang dengan padat karya dan barang dengan padat modal
3.      Orinetasi pasar barang domestik dan barang ekspor
Masalah dalam industri manufaktur nasional salah satunya basis ekspor dan impor. kalau di basis ekspor dan pasar. masih sempit peluang indonesia walaupun Indonesia mempunyai banyak sumber daya alam dan Tenaga Kerja, tapi produk pemasarnya masih terkonsentrasi pada empat produk yaitu kayu lapis, pakaian jadi, tekstil & alas kaki . sedangkan di basis impor indonesia masih ketergantungan tinggi pada soal bahan baku, Padahal bahan baku tersebut bisa diproduksi di dalam negeri namun diperuntukkan untuk ekspor. Contohnya, Seperti persoalan pasokan naptha dan kondesat yang merupakan bahan baku industri kimia hulu yang saat ini sepenuhnya tergantung pada impor. Namun di sisi lain justru industri migas nasional mengekspor naptha dan kondesat. Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memancing masuknya investasi pada sejumlah sektor strategis dan pioner yang diharapkan bisa memperbaiki struktur industri. pemerintah membuat sejumlah kebijakan insentif fiskal baik yang berupa insentif fiskal pajak penghasilan, insentif fiskal pajak pertambahan nilai, dan insentif fiskal untuk Kepembeanan. Meskipun begitu, insentif fiskal yang diberikan pemerintah bukan faktor utama yang bisa memancing investor untuk masuk. Faktor utama yang menjadi penentu adalah ketersediaan infrastruktur yang memadai, ketersediaan tenaga kerja yang terampil dan persoalan lahan.






B .Contoh Industri Manufaktur di Indonesia  
Industri Garmen
           
Industri Manufaktur ini adalah industri hilir dari industri tektil yang disebut industri hulu , Industri Garmen ini juga merupakan salah satu industri padat karya yang banyak membantu pemerintah untuk mengurangi angka penganguran . industri ini mengelolah kain sebagai bahan baku untuk menjadi barang produksi lain berupa baju atau pakaian . dalam pemasarannya industri garmen masih kurang dalam permintaan pasar internasional akibat dari krisis Eropa dan Amerika Serikat dan sekarang industri ini hanya memfokuskan pemasaran pada dalam negeri saja , salah satu perusahaan yang bergerak dibidang garmen yaitu PT.Sarana Mega Fortuna  perusahaan ini memproduksi pakaian nayi

       BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
       
        Industrialisasi adalah satu jalur kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam arti tingkat yang lebih maju atau maupun taraf hidup yang lebih baik. manusia yang bersifat industrial disebabkan karena manusia senantiasa menggunakan berbagai alat untuk memenuhi kebutuhannya. industri merupakan bagian dari proses produksi. Industri dikelompokan menjadi dua yaitu: pertama Industri primer/hulu dan kedua Industri sekunder/manufaktur . perkembangan industri manufaktur di Indonesia selama ini, sudah baik tapi  indonesia masih ketergantungan  impor pada soal bahan baku, sedangkan di basis ekspor indonesia masih sempit peluang pemasarnya karna masih terkonsentrasi pada empat produk yaitu kayu lapis, pakaian jadi, tekstil & alas kaki. Menurut Kepala Badan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memancing masuknya investasi pada sejumlah sektor strategis dan pioneer yang diharapkan bisa memperbaiki struktur industri. faktor utama yang bisa memancing investor untuk masuk yang menjadi penentu adalah ketersediaan infrastruktur yang memadai, ketersediaan tenaga kerja yang terampil dan persoalan lahan.


Daftar Pustaka 


0 komentar:

Poskan Komentar

 
wara-wiri. Design by Exotic Mommie. Illustraion By DaPino